Tampilkan postingan dengan label jahe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jahe. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Desember 2012

Krim Jahe untuk Segarkan Kulit kering

0 komentar

Tips Kecantikan - Jahe adalah salah tanaman herbal yang memiliki khasiat kesehatan. namun jahe juga memiliki manfaat kecantikan untuk kulit kering agar agar tampak cerah. Ya betul, manfaat itu dapat anda dapatkan melalui krim jahe yang mudah dibuat dirumah.

Berikut ini artikel kecantikan manfaat jahe untuk kecantikan kulit.

Bahan krim jahe:
1. 2 inch irisan jahe segar
2. 1/2 cup krim cocoa
3. 2 sdt Vii E oil
4. 2 sdt minyak wijen
5. 2 sdt minyak buah aprikot
6. 5-6 tetes minyak jeruk

Persiapan membuat krim jahe
1. panaskan oven pada suhu rendah.
2. parut potongan jahe tipis-tipis, dan peras himgga mendapatkan 1/8 sdt sari jahe.
3. Campurkan semua bahan dalam gelas. lalu panaskan semua campuran hingga krim cocoa mencair dan minyak menyatu dalam campuran.
4. tuang kedalam wadah kering dan bersih, tambahkan minyak jeruk untuk menambahkan efek menyenangkan pada krim tersebut dan dinginkan.

Penggunaan Krim jahe.

Jahe dikenal memiliki efek yang menyegarkan dan menenangkan kulit. Bagi anda yang memiliki kulit kering akan menemukan keajaiban pada krim ini.

Anda menggunakan krim jahe secara teratur, pijat dengan lembut ke kulit anda. Gerakan melingkar dengan ujung jari untuk memijat. Hal ini memnbantu mengencangklan kulit dan meningkatkan sirkulasi darah. Gunakan krim ini setelah mandi atau sebelum tidur.

Perhatian: Setiap kulit memiliki reaksi yang berbeda-beda. Jika anda merasa kulit teriritasi maka segera hentikan penggunaan krim jahe ini. Bagi anda yang memiliki kulit sensitif sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter kulit sebelum mencoba produk baru perawatan kulit. -db-
source: -tips dan artikel-
Read more...

Kamis, 05 Januari 2012

Manfaat Tanaman Jahe untuk Kesehatan

0 komentar
Tanaman jahe sudah sangat di kenal di Indonesia. Tak sulit untuk menemukan jahe karena tanaman ini sekarang banyak digunakan di antaranya sebagai bumbu masak, pemberi aroma berbagai makanan dan minuman serta bahan obat-obatan tradisional. Khusus sebagai obat, khasiat jahe sudah dikenal turun-temurun di antaranya sebagai pereda sakit kepala, batuk, masuk angin. Jahe juga kerap digunakan sebagai obat untuk meredakan gangguan saluran pencernaan, rematik, obat antimual dan mabuk perjalanan, kembung, kolera, diare, sakit tenggorokan, difteria, penawar racun, gatal digigit serangga, keseleo, bengkak, serta memar.

Sejak ratusan tahun lalu, jahe telah dikenal sebagai tanaman yang sangat kaya akan manfaat, baik sebagai rempah atau bumbu maupun sebagai ramuan obat. Tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Zingiber officinale Roscoe ini aslinya berasal dari Asia Pasifik, menyebar dari India sampai Cina.

Tak sulit untuk menemukan jahe karena tanaman ini sekarang banyak digunakan di antaranya sebagai bumbu masak, pemberi aroma berbagai makanan dan minuman serta bahan obat-obatan tradisional.

Khusus sebagai obat, khasiat jahe sudah dikenal turun-temurun di antaranya sebagai pereda sakit kepala, batuk, masuk angin. Jahe juga kerap digunakan sebagai obat untuk meredakan gangguan saluran pencernaan, rematik, obat antimual dan mabuk perjalanan, kembung, kolera, diare, sakit tenggorokan, difteria, penawar racun, gatal digigit serangga, keseleo, bengkak, serta memar.

Sejauh ini, hasil uji farmakologi menunjukkan bahwa jahe memiliki beberapa aktivitas sebagai antiradang. Uji laboratorium memperlihat bahwa ekstrak jahe dalam air panas menghambat aktivitas lipoksigenase dan siklooksigenase sehingga menurunkan kadar prostaglandin dan leukotriena (mediator inflamasi).

Riset di Cina melaporkan bahwa pada ratusan penderita rematik dan sakit punggung kronis yang disuntik 5 – 10% ekstrak jahe memperoleh efek pengurangan rasa sakit, menurunkan pembengkakan tulang sendi. Pemberian secara per oral serbuk jahe pada penderita rematik dan musculoskeletal dilaporkan menurunkan rasa sakit dan pembengkakan.

Jahe juga berkhasiat sebagai antimuntah dan dapat digunakan para ibu hamil mengurangi morning sickness. Penelitian menunjukkan bahwa jahe sangat efektif menurunkan metoklopamid senyawa penginduksi mual dan muntah. Menurut German Federal Health Agency, jahe efektif untuk mengobati gangguan pencernaan dan pencegahan gejala motion sickness.

Jahe mengandung dua enzim pencernaan yang penting dalam membantu tubuh mencerna dan menyerap makanan. Pertama, lipase yang berfungsi memecah lemak dan kedua adalah protease yang berfungsi memecah protein.

Jahe juga sekurangnya mengandung 19 komponen bio-aktif yang berguna bagi tubuh. Senyawa kimia pada jahe adalah di antaranya minyak atsiri yang terdiri dari senyawa-senyawa seskuiterpen, zingiberen, bisabolena, zingeron, oleoresin, kamfena, limonen, borneol, sineol, sitral, zingiberal, felandren. Di samping itu, terdapat juga sagaol, gingerol, pati, damar, asam-asam organik seperti asam malat dan asam oksalat, Vitamin A, B, dan C, senyawa- senyawa flavonoid dan polifenol.

Salah satu komponen yang paling utama yakni gingerol bersifat antikoagulan, yaitu mencegah penggumpalan darah. Jadi dengan begitu jahe mampu mencegah tersumbatnya pembuluh darah, penyebab utama stroke, dan serangan jantung. Gingerol diperkirakan juga membantu menurunkan kadar kolesterol.

Sumber : http://kompas.co.id/read/xml/2008/02/22/14250312/jahe.si.antimual.penghilang.morning.sickness.
Read more...

Minggu, 25 Desember 2011

Jahe untuk Mual dan Rematik

0 komentar
Jahe, si pedas nan hangat ini selain menyedapkan makanan juga bermanfaat untuk tubuh. Berikut resepnya:

1. Untuk menghangatkan tubuh, anti mual bagi wanita hamil, masuk angin, atau sakit kepala ringan

Ambil satu jari jahe, cuci bersih, kupas, memarkan, bakar di atas api kecil. Rebus bersama 1,5 gelas air dan gula aren hingga air tinggal sekitar 1 gelas. Minum usai makan.

2. Untuk sakit rematik

a. Ambil jahe merah 10 gram, cuci bersih, iris tipis, masukkan sebagai bahan bumbu dalam ayam, daging atau tempe, ungkep. Makan sebagai lauk. Lakukan hingga rematik hilang.

b. Ambil jahe merah 10 gram, 2 buah bunga cengkeh, 2 buah kapulaga, sepotong kayu manis, gula aren atau gula batu sesuai selera, rebus dengan 2 gelas air hingga tinggal 1,5 gelas, saring. Minum pagi dan malam setelah makan.

Sumber : http://kesehatan.kompas.com/read/2009/06/13/12351315/Jahe.untuk.Mual.dan.Rematik
Read more...

Jumat, 21 Oktober 2011

Sehat Alami dengan Manfaat Jahe

0 komentar
Artikel Kesehatan - Jahe merupakan tanaman herbal yang sudah lama digunakan sebgai obat alami selama berabad-abad. sekarang sudah banyak penelitian menemukan manfaat dari jahe untuk kesehatan mulai dari migran sampai kanker.

Berikut tips kesehatan manfaat jahe untuk kesehatan.

1. Kanker Rahim.
Studi yang dilakukan di Universitas Michigan Comprehensive Cancer Center menemukan bahwa bubuk jahe memicu kematian sel kanker rahim.

2. Pencegah Kanker Usus Besar.
Sebuah studi di University of Minnesota menemukan bahwa jahe dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker usus besar.

3. Morning Sick ( rasa mual dipagi hari biasanya diderita ibu hamil ).
Sebuah tinjauan dari beberapa penelitian telah menyimpulkan bahwa jahe sama efektifnya dengan vitamin B6 dalam pengobatan morning sick.

4. Motion Sickness / Mabuk perjalanan.
Jahe telah terbukti menjadi obat yang efektif untuk mual yang berhubungan dengan motion sickness / / Mabuk perjalanan.

5. Mengurangi Nyeri dan Peradangan.
Satu studi menunjukkan bahwa jahe memiliki sifat anti-inflamasi dan obat penghilang rasa sakit alami yang kuat.

6. Obat Sakit maag.
Jahe telah lama digunakan sebagai obat sakit maag alami.

7. Deman dan Flu
Jahe telah lama digunakan sebagai pengobatan alami untuk deman dan flu. Banyak orang juga menggunakan jahe untuk penyakit lambung atau keracunan makanan, yang tidak mengejutkan mengingat efek positif jahe memiliki pada saluran pencernaan.

8. Migrain.
Penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat mengobati migrain karena kemampuannya untuk menghentikan prostaglandin menyebabkan rasa sakit dan peradangan pada pembuluh darah.

9. Kram saat Haid
Dalam pengobatan Cina, teh jahe dan gula merah digunakan dalam pengobatan kram pada saat haid.

10. Pencegah diabetes.
Sebuah studi yang dilakukan pada tikus diabetes menemukan bahwa tikus yang diberikan jahe mengalami penurunan nefropati diabetik (kerusakan ginjal).

Tanaman Herbal memang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan, salah satunya jahe. Mungkin sudah saatnya kita kembali ke pengobatan alami dengan bahan alami.
-db-
-tips dan artikel-
Read more...

Kamis, 03 Maret 2011

Jahe Merah Mengusir Asma

0 komentar
Bertahun-tahun asma akut menyiksa Asmalia Sulastri (35). Bila kambuh, ibu empat anak ini bisa sampai pingsan. Tak heran, rumah sakit jadi langganannya. Setelah ia rutin minum seduhan ekstrak jahe merah, gangguan itu pun hilang.

Betapa tersiksanya Lia, demikian perempuan semampai ini biasa dipanggil, setiap pukul 13.00-14.00 dan 21.00-22.00, asmanya kambuh. “Rasanya seperti dicekik, huh… sakit sekali,” ujarnya menggambarkan penderitaannya.

Hampir sepanjang hari ia hanya bisa berdiam di atas pembaringan. Obat sudah tentu menjadi temannya setiap sesak napas datang. Ceritanya menjadi lain setelah ia minum seduhan ekstrak jahe merah, gangguan di pernapasannya itu tak lagi mengganggu.

Lebih Pedas
Ramuan antiasma itu ia peroleh dari tetangganya yang memiliki keluhan sama. Setiap hari Lia minum 2 gelas besar seduhan jahe merah pada pagi dan malam. Caranya membuatnya pun sederhana. Rimpang jahe seukuran ibu jari tangan dimemarkan lalu direbus dengan 1,5 gelas air hingga tersisa 1 gelas, lalu diminum sekaligus. Syukurlah, hingga kini Lia tak lagi mengalami gangguan sesak napas.

Jahe merah memang banyak diresepkan para herbalis sebagai salah satu obat asma. Menurut DR Suwijiyo Pramono, Dosen Fakultas Farmasi UGM, Yogyakarta, kemungkinan efek antihistamin pada jahe merahlah yang meredakan asma.
Jahe merah adalah tumbuhan terna berbatang semu tegak dan tidak bercabang.

Batang tanaman berfamili zingiberaceae ini, berbentuk bulat kecil berwarna hijau dan agak keras. Daunnya tersusun berselang-selang teratur.

Tinggi tanaman ini tak lebih dari 60 cm. Ukuran jahe merah lebih kecil daripada jahe jenis lainnya. Sesuai namanya, jahe ini berwarna merah hingga jingga muda. Tanaman ini berserat kasar. Tekstur batang kasar berbentuk bulat kecil dan berwarna hijau kemerahan.

Tanaman bernama Latin Zingiber officinale ini, kata Bambang Sudewo, herbalis dari PJ Sekar Kedhaton, Yogyakarta, memang kaya manfaat. Sebagai bahan baku obat tradisional, jelas Dewo, begitu ia disapa, jahe merah banyak dipilih. Hal ini lantaran kandungan minyak atsiri, zat gingeral, serta oleoresin atau zat yang memberi rasa pahit dan pedas lebih tinggi ketimbang jahe gajah dan jahe emprit.

Menurut Dewo, jahe merah berkhasiat sebagai pencahar, antelmintik, antirematik, dan peluruh masuk angin. Juga berkhasiat untuk menghangatkan badan, penambah nafsu makan, peluruh keringat, serta mencegah dan mengobati masuk angin. Selain itu, juga berkhasiat mengatasi radang tenggorok (bronkitis), rematik, sakit pinggang, , nyeri lambung, meningkatkan stamina, mengobati pusing, nyeri otot, ejakulasi dini, pelancar ASI, dan meredakan asma.

Mbah Sarpinyem, penjaja jamu di Klithikan Pakuncen, Yogyakarta, juga memberikan racikan jahe merah kepada pembeli yang mengalami sesak napas karena asma.

Minuman Penghuni Surga
Nama genus zingiber yang berarti tanduk diberikan untuknya, lantaran rimpangnya mirip cula yang tumbuh di kepala badak. Zingiber diadopsi dari bahasa Arab, zanjabil. Alquran pada surat Al Insaan: 17, menyebut-nyebut jahe. Dinyatakan bahwa di dalam surga mereka diberi segelas minuman yang campurannya jahe.

Jahe merah, tambah Dewo, rimpangnya boleh kecil, tetapi soal rasa jahe ini paling pedas. Itu karena kandungan minyak atsirinya paling tinggi, yakni 3,90 persen. Jahe gajah hanya mengandung 1,6 persen minyak atsiri, sedang jahe emprit 1,5-3,5 persen. Kandungan kimianya berbeda pula. Itu sebabnya, memanfaatkannya juga tidak sama. Semisal, jahe gajah, banyak digunakan sebagai bahan masakan, minuman, dan kembang gula.

Aroma jahe merah sangat tajam. Kelebihan inilah yang menjadikan tanaman bernama lain jahe sunti ini dimanfaatkan sebagai bahan baku obat. Kata Dewo, minyak atsiri jahe merah adalah zingiberin, kamfena, lemonin, borneol, sineol, singeberol, linalool, geraniol, kavikol, zingiberen, zingiberal, gingeral, dan shogool. Tanaman ini juga mengandung minyak damar, pati asam organik, asam malat, asam aksolat, dan gingerin. Literatur lain menyebutkan tanaman ini juga mengandung flavonoid dan polifenol.

Selain untuk mengatasi asma, Mbah Sarpiyem memanfaatkan jahe merah sebagai pelega perut. Di rumah, ia meracik 15 gram rimpang segar, dengan membakarnya selama 15-20 menit. Selanjutnya dimemarkan dan diseduh dalam segelas air, lalu dicampur dengan sesendok makan madu, barulah diminum.

Anda penderita batuk kering, tambah Mbah Sarpiyem maupun Dewo, bisa juga minum perasan rimpang tanaman ini. Produk jahe merah telah dijual di pasaran berupa rajangan kering atau simplisia, jahe instan, serbuk jahe, sirop jahe, dan kembang gula jahe. Mau coba?

sumber : Gaya Hidup Sehat, Kompas,Selasa, 8 Juni 2010
Read more...

Kamis, 30 September 2010

Cara Merawat Sakit Tenggorokan

0 komentar
Dalam kondisi cuaca yang tak menentu seperti sekarang ini, banyak orang kena sakit tenggorokan dan flu. Udara yang terkadang sangat panas dan tiba-tiba menjadi dingin membuat daya tahan tubuh menjadi lemah dan rawan sakit tenggorokan.

Berikut langkah sederhana untuk merawat temggorokan

1. Tambah Asupan Cairan
Cairan bermanfaat membantu ingus jadi encer dan mudah dibersihkan.

2. Kumur Air Garam
Campur setengah sendok teh garam ke dalam segelas air hangat, pakailah untuk berkumur. Jangan ditelan. Ini berguna untuk meringankan sakit tenggorokan dan membersihkan lendir.

3. Madu dan Lemon
Campur madu dan lemon ke dalam segelas air panas. Biarkan dingin sebelum diminum. Madu bermanfaat meringankan sakit tenggorokan, sedangkan lemon membantu mengurangi lendir.

4. Permen Pelega Tenggorokan
Tak harus permen pelega tenggorokan, permen biasa juga bermanfaat karena mendorong produksi air ludah. Air liur ini yang akan membasuh dan membersihkan tenggorokan Anda.

5. Terapi Aroma
Minyak esensial dulu digunakan untuk membunuh bibit penyakit. Teteskan minyak esensial ke dalam tungku untuk membersihkan ruangan dari bibit penyakit. Tidur Anda pun bisa lebih nyenyak karena terapi aroma.

6. Hindari Rokok
Rokok hanya akan memperparah sakit tenggorokan. Berhentilah merokok dan hindari asap dari mana pun.

7. Jangan Bagi-bagi Penyakit
Jika merasa tak sehat, minta izinlah untuk tidak masuk kantor. Tujuannya supaya Anda tidak berbagi penyakit dengan rekan-rekan satu kantor.

Jahe untuk Mengobati Tenggorokan

Jahe merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. Jahe berasal dari Asia, yang tersebar dari India sampai Cina. Karena itu, kedua bangsa ini disebut-sebut sebagai yang pertama kali memanfaatkan jahe, terutama sebagai bahan minuman, bumbu masak dan obat.

Jahe telah dibudidayakan di negara-negara Australia, Sri Lanka, Cina, Mesir, Yunani, India, Indonesia, Jamaika, Jepang, Meksiko, Nigeria, dan Pakistan. Jahe dari Jamaika mempunyai kualitas tertinggi. India merupakan negara produsen terbesar, yaitu lebih dari 50 persen dari total produksi jahe dunia.

Pengertian jahe di Indonesia adalah batang yang tumbuh dalam tanah yang disebut rimpang. jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula, dan berbagai minuman. Jahe juga digunakan pada industri obat, minyak wangi, dan jamu tradisional. Bisa juga diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar, lalap, bandrek, sekoteng, dan sirup. Dewasa ini para petani cabe menggunakan jahe sebagai pestisida alami.

Bila kita minum segelas wedang jahe, ronde, bandrek, atau esteemje alias susu-telur-madu-jahe, sudah pasti badan akan terasa hangat. Ini memang khasiat paling populer yang dimiliki jahe. Padahal, masih banyak khasiat jahe lainnya seperti untuk menyembuhkan batuk kering dan radang tenggorokan serta sebagai tonikum.
Read more...

Kamis, 16 September 2010

Ramuan Penumpas Rematik Yang Jitu

0 komentar
Rematik merupakan penyakit yang menyerang persendian tulang serta menimbulkan nyeri. Timbulnya rasa nyeri ini bisa datang secara tiba-tiba dan mendadak. Biasanya timbulnya rasa nyeri disertai pembengkakan dan suhu tubuh yang meningkat.

Selain ditandai dengan hal tersebut di atas, seringkali rematik juga disertai dengan gejala-gejala antara lain: rasa lelah, lemah, letih, kaku-kaku pada persendian, ketegangan pada otot-otot, dan lain sebagainya. Penyakit rematik bisa dipicu oleh berbagai hal, diantaranya: beban kerja yang terlalu berat, sirkulasi darah yang tidak lancar, stress.

Berikut ada resep tradisional yang lain, dan tentunya merupakan obat herbal alami untuk mengobati penyakit rematik. Anda juga bisa menggunakan berbagai jenis tanaman herbal seperti seledri, putri malu, dan botrowali, untuk mengobati penyakit rematik ini. Silahkan lihat di sini untuk mengetahui berbagai cara penggunaan tanaman herbal penumpas rematk tersebut.

Namun kali ini resep untuk mengobati rematik tidak dengan menggunakan bahan-bahan tersebut di atas, melainkan dengan menggunakan kencur, temulawak, dan bahan lainnya. Untuk lebih detilnya silahkan simak saja bahan dan cara membuat ramuan obat herbal alami rematik ala Prof. Hembing di bawah.

Bahan:
25 gram kencur
25 gram temulawak
15 gram jahe merah
5 gram adas
60 gram daun lidah buaya, kupas kulitnya

Cara membuatnya:
Semua bahan dikupas dan direbus dalam 600cc air. Jika rebusan sudah tersisa 300 cc, silahkan ramuan angkat dan dinginkan.
Minum selagi hangat sebanyak 1 kali setiap hari. Jangan lupa, lidah buayanya dimakan, ya!

Baiklah, selamat mencoba.
Sumber : http://www.obatherbalalami.com/2010/09/ramuan-penumpas-rematik-yang-jitu.html
Read more...

Sabtu, 31 Juli 2010

Jahe dan Teh Hijau Atasi Kanker

0 komentar
Ibarat pencuri di malam hari, itulah kanker. Tak pernah ada yang tahu benar apa penyebab pastinya. Terapi terhadap penyakit kanker pun terus berkembang. Dari terapi “sederhana” yang menimbulkan gangguan hingga yang terkini dengan imunoterapi yang bisa meminimalkan keluhan penderita selama menjalani terapi.

Salah satu penemuan terbaru yang patut dicatat yaitu manfaat sari jahe dan teh hijau untuk mengatasi kanker. Demikian yang disampaikan para ahli dalam sebuah pertemuan bagi kalangan Riset Kanker di Amerika Oktober 2003.

Ann Bode dan Zigang Dong dari University of Minnesota meneliti manfaat ekstrak jahe yang dikenal dengan nama gingerol. Zat ini yang bikin jahe terasa pedas. Mereka memberikan zat itu pada mencit yang telah diinfeksi dengan sel kanker kolon manusia. Mencit yang digunakan pun mencit yang dibudidayakan secara khusus, sehingga lebih mudah terkena kanker.

Lima belas hari kemudian Bode dan Dong mulai mengamati hasilnya. Pada mencit yang menjalani pola makan normal ada 13 ekor mencit yang terkena tumor. Sedangkan pada kelompok mencit yang mendapat suntikan ekstrak jahe – sebelum dan sesudah diinfeksi sel tumor – hanya ditemukan empat ekor mencit yang dihinggapi tumor.

Sayangnya, belum ada informasi apakah mengonsumsi jahe dalam bentuk sederhana juga memberikan manfaat untuk mencegah kanker. Soalnya, bukankah selama ini masyarakat kita sudah sedemikian akrab mengenal jahe – mulai wedang ronde, sekoteng, permen jahe, atau lainnya?

Ada lagi penelitian lain yang dikerjakan sebuah tim di Pusat Kanker Arizona, Tucson. Penelitian dilakukan terhadap 118 perokok berat. Para perokok dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing diminta meminum sedikitnya empat cangkir teh hijau atau teh hitam dalam sehari.

Setelah empat bulan, pada tubuh mereka dilakukan pengukuran bahan kimia yang disebut 8-OhdG. Zat ini dilepaskan tubuh sebagai respons atas kerusakan DNA, yang sering terjadi pada kasus kanker.

Hasilnya?

Pada mereka yang meminum teh hijau decaffein terjadi penurunan sebanyak 31% jumlah 8-OHdG. Sedangkan pada yang meminum teh hitam tanda-tanda itu tidak dapat ditemukan.

Namun, hasil penelitian dinilai belum mencukupi. Menurut Bode, “Kami masih akan terus mempelajari manfaat rempah itu untuk mengatasi berbagai macam tumor. Bahkan sampai akhirnya kami dapat menyingkap rahasia tentang zat antikanker utama bagi manusia.”

Tak kalah penting, menurut para ahli dalam pertemuan itu, mencari jalan yang lebih mudah untuk menurunkan risiko terkena kanker.

Seperti kata Dr. Raymond DuBois dari Vanderbilt University di Nashville, yang memimpin pertemuan itu, “Selain terus melakukan penelitian untuk pengobatan dan pencegahan, perlu juga dilakukan kampanye untuk menyosialisasikan upaya pencegahan kanker dengan cara yang mudah.”

Raymond DuBois berharap, kampanye dapat membuat seluruh warga masyarakat dunia lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mereka. Di antaranya, dengan rajin berkonsultasi pada dokter dan menjalankan patokan-patokan standar seperti berhenti merokok, menjaga keseimbangan gizi, dan latihan jasmani.

Merokok, yang selama ini dilakukan jutaan orang dari berbagai belahan dunia, memang menjadi faktor pertama (yang dapat dicegah dan dihentikan) penyebab kanker. Sedangkan faktor kurang gizi banyak menjadi masalah di negara berkembang. (Intisari)

Dikutip dari Senior dengan link berikut

http://www.senior.co.id/kesehatan/news/0402/01/204859.htm
Read more...