Sabtu, 10 September 2011

Manfaat dan Khasiat Minyak Zaitun untuk Kecantikan

0 komentar
Sejak dahulu kala, Minyak zaitun memiliki khasiat untuk menjaga kecantikan. Perancang busana dunia Sophia Loren memberikan rahasia manfaat kecantikannya dengan zat ini. Dan tips kecantikan dibawah ini semuanya menggunakan minyak zaitun sebagai bahan utamanya.

5 Manfaat Minyak Zaitun untuk kecantikan

1. Lulur
Campurkan garam, gula dan minyak zaitun dan gunakan sebagai lulur. Manfaat yang akan didapat, disamping akan mengelupas sel-sel kulit mati, kulit lebih lembut dan lembab.

2. Perawatan rambut
Minyak zaitun memiliki manfaat untuk melembabkan rambut kering dan benar2 disarankan bagi yang punya rambut tebal untuk melembutkan rambut yang kaku. Caranya, tambahkan minyak zaitun dengan handuk hangat dan biarkan selama 20 menit, lalu cuci bersih. Dan khasia akan langsung terlihat

3. Masker wajah
Minyak zaitun memiliki manfaat dan khasiat sebagai masker anti penuaan. Usapkan minyak zaitun pada wajah tetapi tetap hindari area mata. Setelah satu menit, hapus dengan air hangat.

4. Perawatan tangan dan kuku
Khasiat yang lain adalah usapkan minyak zaitun pada tangan dan kuku membuat kuku lebih sehat.

5. Melembutkan kulit
Gunakan minyak zaitun di kaki untuk menhasilkan manfaat sebagai berikut melembutkan dan menghaluskan kulit sebelum tidur. Pakai kaos kaki agar zaitun meresap sempurna. Pemakaian rutin menjadikan kaki halus dan lembut.

Ternyata banyak sekali ya tips kecantikan yang memanfaatkan khasiat luar biasa dari minyak zaitun. Entah apalagi manfaat yang bisa diambil dari minyak ini.

Sumber : http://blogbintang.com/manfaat-dan-khasiat-minyak-zaitun
Read more...

Rabu, 07 September 2011

Hancurkan Batu Ginjal Dengan Daun Tempuyung

0 komentar
Penyembuhan penyakit batu ginjal memang bisa dilakukan dengan banyak cara. Dari yang tradisional hingga yang berteknologi canggih, semua sudah bisa dipilih di negeri ini. Masing-masing cara tentu ada kelebihan dan kekurangan.

Bila dipilah-pilah, penyembuhan itu bisa dibedakan atas penyembuhan dengan obat, operasi, dan penembakan sinar laser atau gelombang kejut. Penentuan cara yang hendak dipilih sangat tergantung dari kondisi pasien. Makin berat kasus penyakit batu ginjal yang dialami pasien, makin radikal pula penyembuhannya.

Bila batu ginjal itu masih kecil sehingga bisa diusahakan untuk dikeluarkan bersama air seni, maka digunakan obat diuretik pelancar pengeluaran urine. Namun, kalau batunya sudah membesar, obat penghancur batu pun mulai diperlukan. Kalau batu ginjal itu terdiri atas garam karbonat, obat penghancurnya dipilih yang di dalam ginjal bisa menjadi asam sehingga senyawa karbonatnya hancur atau larut. Terkadang pula, dalam kasus yang disertai adanya luka, penyembuhan pasien penderita batu ginjal memerlukan obat yang di dalam urine bersifat antibakteri. Luka tersebut terjadi karena batu telah merusak ginjal yang ditandai dengan adanya darah dalam kencing.

Bila diameter batu ginjal lebih besar lagi, penyembuhan bisa dengan melakukan pemecahan batu menggunakan sinar laser atau gelombang kejut ultrasonik. Kalau upaya-upaya tadi belum membuahkan hasil, tindakan operasi pengangkatan batu biasanya dilakukan sebagai langkah akhir yang radikal. Ini pun tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah karena setelah operasi dilakukan, batu ginjal masih mungkin muncul lagi.

Di samping cara-cara medis tadi, pengusiran batu ginjal juga bisa dilakukan dengan cara alternatif, yakni menggunakan obat tradisional yang terutama terdiri atas tanaman "penghancur" batu ginjal. Memang, belum semua obat tradisional telah diuji dengan penelitian ilmiah. Kalau pun sudah diteliti, seringkali belum dilakukan secara terinci seperti yang dilakukan terhadap obat-obatan modern. Obat-obatan tradisional lebih berdasarkan pada pengalaman empiris. Meski begitu, tanaman yang dikenal sebagai peluruh batu ginjal tadi berindikasi baik dan tergolong baik dalam dosis yang ditetapkan.

Beberapa tanaman yang telah diteliti tadi di antaranya tempuyung, srigunggu, sambang getih, gempur watu, dan keji beling IV. Dari sekian jenis tanaman tersebut tempuyung merupakan yang terpopuler. Bahkan, tanaman ini telah diolah dalam skala industri sebagai obat penghancur batu ginjal.

Tempuyung (Sonchus arvensis L) termasuk tanaman terna menahun yang biasanya tumbuh di tempat-tempat yang ternaungi. Daunnya hijau licin dengan sedikit ungu, tepinya berombak, dan bergigi tidak beraturan. Di dekat pangkal batang, daun bergigi itu terpusar membentuk roset dan yang terletak di sebelah atas memeluk batang berselang seling. Daun berombak memeluk batang inilah yang berkhasiat menghancurkan batu ginjal.

Di dalam daun tersebut terkandung kalium berkadar cukup tinggi. Kehadiran kalium dari daun tempuyung inilah yang membuat batu ginjal berupa kalsium karbonat tercerai berai, karena kalium akan menyingkirkan kalsium untuk bergabung dengan senyawa karbonat, oksalat, atau urat yang merupakan pembentuk batu ginjal. Endapan batu ginjal itu akhirnya larut dan hanyut keluar bersama urine.

Untuk menggunakannya sebagai obat diperlukan lima lembar daun tempuyung segar. Setelah dicuci bersih, daun diasapkan sebentar. Daun tersebut dimakan sekali habis sebagai lalap bersama nasi. Dalam sehari kita bisa memakan lalap itu sebanyak tiga kali.
Cara lainnya, 500 mg daun tempuyung kering diseduh dengan air satu gelas minum seperti membuat teh. Air seduhan inilah yang diminum sebagai obat. Dalam sehari kita bisa meminumnya sebanyak tiga kali, sampai batu ginjal hilang.

Penelitian tanaman ini dilakukan oleh almarhum Prof. Dr. Sarjito dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Dalam penelitian itu dia merendam batu ginjal seseorang dalam rebusan daun tempuyung pada suhu kamar dan pada suhu 37oC. Bahan percobaan tadi ada yang digoyang seperti gerakan tubuh manusia, ada pula yang tidak. Setelah itu batu ditimbang dan kalsium dalam larutan diukur secara kimia. Hasilnya, semua batu ginjal berkurang bobotnya.

Sarjito juga meneliti daya penghancuran batu ginjal manusia dengan melakukan pemeriksaan kristal dalam air seni dan dengan menggunakan sinar rontgen. Hasilnya, diketahui tanaman tempuyung dapat menghancurkan batu ginjal. Sayangnya, sampai sekarang belum diketahui senyawa yang melarutkan atau menghancurkan batu ginjal.

Sumber : http://www.gogreen.web.id/2007/09/obat-tradisional-hancurkan-batu-ginjal.html
Read more...

Selasa, 06 September 2011

Manfaat Daun Tempuyung ( Sonchus arvensis L.)

1 komentar
Tempuyung tumbuh liar di tempat terbuka yang terkena sinar matahari atau sedikit terlindung, seperti di tebing-tebing, tepi saluran air atau tanah terlantar, kadang ditanam sebagai tumbuhan obat. Tumbuhan yang berasal dari Eurasia ini bisa ditemukan pada daerah yang banyak turun hujan pada ketinggian 50 - 1.650 m dpl.

Terna tahunan, tegak, 0,6 - 2 m, mengandung getah putih, dengan akar tunggang yang kuat. Batang berongga dan berrusuk. Daun tunggal, bagian bawah tumbuh dan berkumpul pada pangkal membentuk roset akar. Helai daun berbentuk lanset atau lonjong, ujung runcing, pangkal bentuk jantung, tepi berbagi menyirip tidak teratur, panjang 6 - 48 cm, lebar 3 - 12 cm, warnanya hijau muda. Daun yang keluar dari tangkai bungan bentuknya lebih kecil dengan pangkal memeluk batang, letak berjauhan, berseling. Perbungaan berbentuk bonggol yang tergabug dalam malai, bertangkai, mahkota bentuk jarum, warnanya kuning cerah, lama kelamaan menjadi merah kecoklatan. Buah kotak, berusuk lima, bentuknya memanjang sekitar 4 mm, pipih, berambut, coklat kekuningan.

Ada keaneka-ragaman tumbuhan ini. Yang berdaun kecil disebut lempung dan yang berdaun besar dengan tinggi mencapai 2 meter disebut rayana. Batang muda dan daun walaupun rasanya pahit bisa dimakan sebagai lalap. Perbanyakan dengan biji.

Sifat dan Khasiat.
Tempuyung rasanya pahit dan dingin. Berkhasiat menghilangkan panas dan racun, peluruh kencing (diuretik), penghancur batu (lipotriptik), antiurolitiasis dan menghilangkan bengkak.

Kandungan Kimia
Tempuyung mengandung
a -laktuserol,
b -laktuserol, manitol, inositol, silika, kalium, flavonoid dan taraksasterol.

Bagian yang digunakan
Daun atau seluruh tumbuhan

Indikasi
* Tempuyung dapat mengatasi:
o Batu sakuran kencing dan batu empedu
o Radang usus buntu (apendistis), radang payudara (mastitis)
o Disentri
o Wasir
o Beser mani (spermatorea)
o Darah tinggi (hipertensi)
o Pendengaran berkurang (tuli)
o rematik gout, memar
o bisul, luka bakar.

Cara Pemakaian
Daun atau seluruh tumbuhan sebanyak 15-60 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, herba segar digiling lalu ditempelkan ke tempat yang sakit atau diperas dan airnya untuk kompres bisul, luka bakar dan wasir.

Efek farmakologis dan Hasil Penenitian
Penelitian pengaruh ekstrak air dan ekstrak alkohol daun tempuyung terhadap volume urine tikus in vivo dan pelarutan batu ginjal in vitro , menghasilkan kesimpulan sebagai berikut:
1) daun tempuyung tidak secara jelas mempunyai efek diuretik, namun mempunyai daya melarutkan batu ginjal:
2) daya melarutkan batu ginjal oleh ekstrak air lebih baik dari pada ekstrak alkohol (Giri Hardiyatmo, Fak. Farmasi UGM 1991)

Praperlakuan flavonoid fraksi asetat daun tempuyung mampu menghambat hepatotoksisitas karbon tetraklorida (CCI 4) yang diberikan pada mencit jantan (Atiek Liestyaningsih, Fak. Farmasi UGM 1991)

Contoh Pemakaian
Radang Payudara

Tumbuhan tempuyung segar sebanyak 15g direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum sekaligus. Lakukan 2 - 3 kali sehari.

Bisul
Batang dan daun tempuyung segar secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Air perasannya digunakan untuk mengompres bisul.

Darah Tinggi, Kandung Kencing dan Kandung Empedu Berbatu
Daun tempuyung segar sebanyak 5 lembar dicuci lalu diasapkan ebentar. Makan sebagai lalap bersama nasi. Lakukan 3 kali sehari

Kencing Batu
Daun tempuyung kering sebanyak 250mg direbus dengan 250 cc air bersih sampai tersisa 150 cc. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 3 kali minum. Habiskan dalam sehari. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

Daun tempuyung, daun Advokad (Persea america) , daun sawi tanah (Nasturtium montanum), seluruhnya bahan segar sebanyak 5 lembar, dan 2 jari gula enau dicuci bersih lalu direbus dalam 3 gelas air bersih sampai tersisa 3/4 nya . Setelah dingin disaring. Air yang terkumpul diminum 3 kali sehari, masing-masing 3/4 gelas.

Daun tempuyung dan daun keji beling (Strobilanthes crispus) segar masing-masing 5 lembar, jagung muda 6 buah dan 3 jari gula enau dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 3/4 nya. Setelah dingin disaring, lalu diminum 3 kali sehari, masing-masing 3/4 gelas.

Pendengaran berkurang (Tuli)
Herba tempuyung segar dicuci bersih lalu dibilas dengan air masak. Gilling sampia halus, lalu diperas dengan kain bersih. Airnya diteteskan pada elinga yang tuli. Lakukan 3 - 4 kali sehari.

Catatan
Kapsul Prolipid yang diindikasikan untuk pengobatan kolesterol tinggi dan menjaga kelangsingan tubuh mengandung tumbuhan obat ini

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Indonesia/Dr. Setiawan Dalimartha/Hadi
http://togaye.itgo.com/tempuyung.html
Read more...

Senin, 05 September 2011

Bunga mawar & kegunaannya

0 komentar
Berikut ini beberapa resep pemakaian bunga mawar, dari Dr.Amarullah H.Siregar dan Prof. Hembing Wijayakusuma seperti tercantum dalam Ensiklopedia Milenium.
Bunga mawar bisa digunakan secara tunggal, dan bisa juga diramu dengan beberapa bahan berkhasiat lainnya.

Untuk pemakaian dalam.
Menyembuhkan insomnia, kelelahan, dan rileksasi:
100 gram kelopak mawar direbus dengan 100 cc air, hingga air berkurang menjadi 50 cc. Rebusan ini bisa dicampur dengan air putih matang atau air teh,kemudian dibagi menjadi tiga dan diminum pada pagi, siang, dan malam.
Jangan menambah gula pada sari teh bunga mawar ini.

Haid tidak teratur:
15-21 gram bunga mawar segar diseduh dengan air panas, lalu diminum beberapa kali sehari. Keputihan: 9-15 gram akar mawar direbus dengan air secukupnya, lalu disaring dan diminum airnya.

Penurun panas karena campak :
15 kuntum bunga mawar direbus dengan 600 cc air sampai tersisa 400 cc, lalu disaring dan diminum dua kali sehari. Tiap kali minum sebanyak 200 cc.

Pembengkakan payudara:
15 gram bunga mawar dan 2,5 gram daun teh (camellia sinensis L) diseduh dengan air mendidih secukupnya, lalu disaring dan airnya diminum.

Radang usus akut dan kronis:
10 gram bunga mawar kering, 15 gram sambiloto kering (andrographis paniculata Nees), dan 30 gram krokot (portucala oleracea L), direbus dengan 600 cc air, hingga tersisa 300 cc. Air kemudian disaring dan diminum secara teratur.

Penyempitan pembuluh darah: 20 gram bunga mawar, 30 gram daun dewa kering (gynura segetum Merr), dan 15 gram temu hitam (curcuma aeruginosa Roxb), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan diminum dengan teratur.

Rematik dan pegal linu:
10 gram bunga mawar kering dan 10 gram jahe merah (zingiber officinale Rosc), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc. Airnya kemudian disaring dan diminum 1-2 kali sehari.

Sakit maag:
6 gram bunga mawar kering dan 15 gram jahe direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu airnya disaring dan diminum secara teratur.

Susah buang air besar (sembelit): 10 gram bunga mawar kering dan 5 gram bubuk temulawak (curcuma xanthorrhiza Roxb), direbus dengan 300 cc air, hingga tersisa 200cc. Airnya lalu disaring dan diminum dua kali sehari. Tiap akli minum sebanyak 100cc.

Untuk pemakaian luar
Digigit serangga:

Sekuntum bunga mawar, 10 kuntuk bunga melati (Jasminum sambac L.) dan 2 kuntumbunga kenanga (canangium odoratum Bail),dicuci bersih lalu digiling sampaihalus. Tambahkan satu sendok teh minyak kelapa (cocos nucifera L.) aduk rata lalu tempelkan pada bekas sengatan dan dibalut.

Jerawat:
Bunga mawar secukupnya dikeringkan dengan cara diangin-anginkan, lalu dihaluskan sampai menjadi bubuk. Campurkan bubuk itu dengan sedikit air, lalu oleskanpada wajah yang jerawat.

Sumber : http://www.pondokrenungan.com/isi.php?table=sehat&id=5&next=0
Read more...

Minggu, 04 September 2011

Cegah Kanker Usus Besar (Karsinoma Kolerektal) dengan Pola Hidup Sehat

0 komentar
Karsinoma kolorektal berkaitan dengan kolon (usus besar) dan rektum (poros usus). Saat ini, kasus kanker usus besar semakin meningkat dan diduga akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang. Hal tersebut berhubungan dengan pola makan modern yang tidak sehat seperti makanan siap saji yang mengandung lemak tinggi.

Di Indonesia, kanker usus besar atau kolorektal termasuk dalam sepuluh besar jenis kanker yang banyak dideritan yaitu pada urutan ke-6 terbesar. Umumnya penderita kanker ini berusia di atas 40 tahun, namun saat ini di Indonesia penderita kanker usus besar banyak diderita oleh usia muda di bawah 40 tahuan. Hal ini dipicu oleh perubahan gaya hidup yang tidak sehat dan lingkungan.

Penyebab jelas kanker usus besar belum diketahui secara pasti, namun makanan merupakan faktor yang penting dalam kejadian kanker tersebut. Yaitu berkorelasi dengan faktor makanan yang mengandung kolesterol dan lemak hewan tinggi, kadar serat yang rendah serta adanya interaksi antara bakteri di dalam usus besar dengan asam empedu dan makanan. Faktor – faktor tersebut akan memproduksi bahan karsinogenik yang memicu kanker usus besar/kolorektal.

Selain itu, ada beberapa faktor risiko tinggi terhadap jenis kanker ini, yaitu mempunyai salah satu keluarga yang terkena kanker usus besar, menderita poliposis (multiple polip di kolon), kolitis ulserosa, berumur 40 tahun ke atas dan memiliki riwayat gangguan saluran pencernaan.Gejala dari kanker kolorektal tergantung pada lokasi dan stadium tumor. Pada umumnya pertumbuhan tumor pada sisi kanan dan kiri usus besar menunjukan gejala agak berbeda. Tumor pada sebelah kiri menunjukan gejala terblokirnya usus pada tahap awal, yaitu pendarahan pada rektum, rasa kenyang atau kram lambung, feses bercampur lendir dan darah, serta adanya tekanan pada rektum. Pada perkembangannya, diare dan sembelit silih berganti. Pada stadium lanjut, nafsu makan dan berat badan semakin menurun, warna feses menjadi hitam bercampur darah.

Tumor yang tumbuh pada sebelah kanan usus besar menunjukan gejala seperti kram lambung, anemia dan feses berwarna hitam. Pada perkembangannya menunjukan gejala lelah, sesak nafas waktu bekerja, diare atau sembelit, berat badan turun, muntah dan gejala lain karena tersumbatnya usus.

Kanker usus besar atau kolorektal merupakan jenis kanker yang dapat dicegah dengan perubahan pola makan dan gaya hidup yang sehat, seperti berikut :
cukup mengkonsumsi serat, seperti sayur dan buah-buahan, kacang-kacangan (lima porsi setiap hari). Serat dapat melancarkan pencernaan dan buang air besar sehingga berfungsi menghilangkan kotoran dan zat yang tidak berguna di usus, karena kotoran yang terlalu lama mengenadap di usus akan menajdi racun yang memicu sel kanker.

Menghindari makanan yang mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi terutama yang terdapat pada daging hewan.
Menghindari makanan yang diawetkan dan pewarna sintetik, karena hal tersebut dapat memicu sel karsinogen/sel kanker.
Menghindari minuman beralkohol dan rokok yang berlebihan.
Melaksanakan aktifitas fisik atau olahraga secara teratur.
Kanker usus besar cenderung menyebar secara lamban dan tetap terlokalisir (tidak menyebar ke bagian lain) untuk waktu yang lama. Dengan demikian kanker tersebut berpotensi untuk dapat diobati, tentunya apabila terdeteksi secara dini dan segera diobati sebelum menyebar ke limfonodus, sehingga kesempatan harapan hidup dapat ditingkatkan. Oleh karena itu, untuk mendeteksi kanker kolorektal secara dini harus melakukan pemeriksaan yang teratur terutama pada mereka yang berisiko tinggi, dan mempunyai riwayat gangguan pencernaan.

Karena di Indonesia kanker usus besar banyak terjadi pada usia muda di bawah 40 tahun, maka sebaiknya screening/pemeriksa an sudah mulai dilakukan ketika usia 30 tahunan. Screening dapat dilakukan dengan alat kolonoskopi (memeriksa kolon) proktoskopi (pemeriksaan rektum dan kolon bagian bawah) atau endoskopi (peneropongan bagian dalam suatu organ tubuh).Menerapkan gaya hidup dan pola makan sehat sangat penting mencegah kejadian kanker kolorektal/usus besar. Apabila kanker telah terdiagnosa, segera melakukan pengobatan.

Saat ini, pengobatan utama untuk kanker kolorektal adalah pembedahan (operasi). Namun tidak semua orang mampu menjalankan pengobatan konvensional tersebut karena berbagai alasan, diantaranya karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan. Oleh karena itu banyak penderita kanker yang mencari solusi lain, yaitu melalui pengobatan tradisional dengan terapi tumbuhan obat. Tumbuhan obat antikanker banyak yang sudah uji klinis berdasarkan penelitian pada hewan percobaan dan banyak pula yang digunakan berdasarkan bukti empiris atau pengalaman turun-temurun. Dalam pengobatan kanker, sebaiknya terapi tumbuhan obat juga ditunjang dengan pengobatan medis/konvensional. Seperti halnya di rumah sakit tradisional di Tiongkok yang menggunakan kombinasi pengobatan medis barat dan timur (tumbuhan obat).
Berikut ini contoh ramuan tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk membantu pengobatan kanker usus besar/kolorektal.

Resep 1.
30 gram rumput lidah ular kering + 30 gram herba Scutellariae barbatae + 30 gram biji jali (direndam dulu) + 30 gram gadung china yang kering, semuanya dicuci dan direbus dengan 1 liter air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari, setiap kali minum 200 cc.

Resep 2.
5 gram buah mahkota dewa yang kering + 50 gram temu putih segar atau 20 gram yang kering + 30 gram rumput mutiara atau rumput lidah ular yang kering + 30 gram jombang kering, semuanya dicuci bersih dan direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari, setiap kali minum 200 cc.

Catatan :
- pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur
- Untuk perebusan gunakan periuk tanah, atau panci enamel. Jangan menggunakan panci logam seperti alumunium, besi dan lainnya.
- Hindari daging terutama daging merah yang berlemak, makanan yang berkolesterol tinggi, makanan yang diawetkan, diberi pewarna sintetik, makanan yang dibakar, penyedap/MSG, rokok, minuman beralkohol & soft drink, dan kurangi makanan pedas/cabe.
- Tetap konsultasi ke dokter

Bahan–bahan yang dapat dibeli di toko obat Tionghoa, yaitu :
- Herba Scutellariae barbatae = Ban zhi lian
- Rumput lidah ular = Bai hua she she cao
- Gadung Cina = Ba qia
- Jombang = Pu gong ying

Sumber : http://theeazayoe.blogspot.com/2007/04/mencegah-kanker-usus-besar.html
Read more...

Jumat, 02 September 2011

Daun Pepaya, Senjata Baru Pelawan Kanker

0 komentar
Di balik rasanya yang pahit, ternyata daun pepaya menyimpan manfaat sebagai zat pelawan kanker. Oleh para ahli, kehebatan daun pepaya dalam melawan berbagai jenis tumor di tubuh ini disebut sebagai ”sangat mengagumkan”.



Adalah peneliti Nam Dang dari Universitas Florida dan rekannya dari Jepang yang memublikasikan temuannya mengenai manfaat ekstrak daun pepaya untuk melawan kanker serviks, payudara, liver, paru, dan pankreas. Para peneliti menggunakan ekstrak daun pepaya yang sudah kering dan dimanfaatkan sebagai teh daun pepaya.



Dalam riset yang dilakukan Dang diketahui, ekstrak daun pepaya akan menghasilkan molekul yang disebut Th1 tipe sitokin yang membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Hal ini akan mendukung terapi yang memanfaatkan sistem imun untuk melawan kanker.



Para ahli mengatakan, ekstrak pepaya tidak memiliki efek toksik pada sel normal sehingga lebih aman daripada terapi kanker pada umumnya. Dalam penelitiannya, 10 tipe kultur sel kanker dipajan dengan ekstrak daun pepaya untuk kemudian diamati selama 24 jam. Ternyata, pepaya memperlambat pertumbuhan sel tumor pada semua jenis tipe kanker.



Selain dikonsumsi sebagai buah, pepaya juga dimanfaatkan sebagai obat tradisional, khususnya oleh suku Aborigin di Australia, penduduk Vietnam, dan beberapa negara Asia lainnya.



Sumber : http://kesehatan.kompas.com/read/2010/03/11/09431346/Daun.Pepaya.Senjata.Baru.Pelawan.Kanker

Read more...

Kamis, 01 September 2011

6 Manfaat dari daun pepaya untuk tubuh manusia

0 komentar
Daun pepaya ternyata memiliki segudang manfaat untuk tubuh. Jangan salah paham dibalik rasa pahitnya ternyata menyimpan khasiat yang begitu banyak. Dan apa sajakah itu? Kita tahu kalau buah pepaya juga bagus untuk tubuh, namun daunnya juga tidak boleh diremehkan.



Berikut beberapa manfaat daun pepaya yang wajib anda tahu :



1. Sebagai Obat jerawat.

Bagi kamu yang merasa tidak pede mempunyai wajah berjerawat. Terutama bagi wanita yang selalu memperhatikan kecantikan. Daun pepaya dapat mengobatinya yaitu dengan membuatnya menjadi masker.



Cara membuat maskernya : ambil 2-3 lembar daun pepaya yang sudah tua.Kemudian jemur dan tumbuk sampai halus. Tambahkan satu setenagh sendok air, baru deh dapat di manfaatkan untuk muka penuh jerawatmu.



2. Manfaat Memperlancar pencernaan

Daun dari tumbuhan pepaya memiliki kandungan kimia senyawa karpain. Zat itu dapat membunuh mikroorganisme yang sering mengganggu fungsi pencernaan.



3. Menambah nafsu makan

Manfaat ini terutama untuk anak-anak yang sulit untuk makan. Ambil daun pepaya yang segar dan memiliki ukuran sebesar telapak tangan. Kalau sudah ketemu tambahkan sedikit garam dan air hangat setengah cangkir. Campur semua lalu diblender. Kemudian saring airnya, nah air itulah yang dapat dimanfaatkan untuk menambah nafsu makan.



4. Demam berdarah

Siapa sangka kalau pepaya juga dapat untuk menyembuhkan demam berdarah. Coba ambil 5 lembar daun. Tambahkan setengah liter air lalu direbus. Ambil air tersebut jika sudah tertinggal tiperempatnya saja. Bintang sendiri belum pernah membuktikannya, jadi jika keadaan tidak membaik segera segera ke dokter (bahkan kalaupun memabaik segera bawa ke dokter). Anggap saja ini untuk pertolongan pertama!



5. Nyeri haid

Wanita jawa zaman dulu sering memanfaatkan daun pepaya untuk mengobati nyeri haid. Cukup Ambil 1 lembar daun saja, Tambahkan asam jawa dan garam. Lalu campur dengan segelas air dan Rebus. Dinginkan sebelum meminum ramuan pepaya tersebut.



6.Anti kanker

Hal ini masih belum pasti, tapi dari beberapa penelitian bahwa manfaat daun pepaya juga dapat dikembangkan sebagai anti kanker. Sebenarnya bukan hanya daunnya saja melainkan batang pepaya juga dapat digunakan. Karena kedanya memiliki milky latex (getah putih seperti susu).



Sumber : http://blogbintang.com/manfaat-daun-pepaya

Read more...