
Menurut James A. Duke dalam buku Phytochemical Constituents of Grass Herbs and Other Economic Plants, rimpang serupa temu mangga itu juga mengandung tanin dan flavonoid. Kandungan sesquiterpen berkhasiat sebagai antiradang. Kandungan tanin dan flavonoid diduga berkhasiat antioksidan.
Menurut hasil penelitian American Institute Cancer Reports, temu mangga mengandung RIP (ribosome inacting protein). RIP berkhasiat menonaktifkan pertumbuhan sel kanker, meluruhkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya, dan memblokir pertumbuhannya. Zat antioksidan berfungsi mencegah kerusakan gen, sementara zat antikurkumin berkhasiat antiradang.
Rimpang ini juga banyak digunakan sebagai obat sakit perut, peluruh air seni, antidiare, antimual, antipiretik, dan pembersih bagi wanita usai melahirkan. Bagi yang mengalami halitosis (bau mulut), dapat diatasi dengan mengunyah rimpang. Orang Jerman meyakini bahwa sifat pahitnya mampu merangsang empedu dan membersihkan lemak yang terdapat pada hati.
Rimpang yang dilarutkan dalam alkohol berkhasiat mencegah kambuhnya suatu penyakit seperti malaria. Dapat juga digunakan untuk mengobati memar, borok atau bisul, dan penyakit kulit lain. Menurut buku Tumbuhan Obat, abu yang berasal dari rimpang segar dan masih hangat bersifat antiseptik, digunakan sebagai penutup luka.
Sumber : http://medicalera.com/
0 komentar:
Posting Komentar