Selasa, 20 Desember 2011

Tapak Dara (Catharanthus roseus L.)

0 komentar
Tanaman tapak dara (Catharanthus roseus L.) termasuk dalam famili Apocynaceae, dikenal sebagai tanaman hias disebut Soldatenbloem, karena ditanam tumbuh serempak seperti barisan serdadu. Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah. Dahulu daun tanaman ini pernah populer untuk mengobati tumor karena mengandung vinblastin sejenis alkaloid yang anti neoplastik (mampu menumpas sel-sel tumor). Namun, sekarang obat ini jarang dibuat karena kurang manjur. Dari hasil penelitian, ternyata tapak dara juga mengandung vindolin, sejenis alkaloid lain yang dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk anti diabetes. Nama lokal tapak dara antara lain rutu-rutu dan rumput jalang (Sumatera), kembang sari cina, kembang serdadu, kembang tembaga, paku rane, dan tapak doro (Jawa), sindapari (Sulawesi) dan Usia (Maluku).

Botani

Tanaman tapak dara berupa terna berbatang lunak yang berasal dari Amerika Tengah, hidup menahun, tinggi 20-80 cm, daunnya berbentuk bulat telur memanjang yang tersusun berhadap-hadapan pada batang itu. Di ketiak daun inilah muncul bunganya yang bisa berwarna merah ros atau putih. Bunganya berbentuk teropmet berwarna merah muda seperti ros, warna merah tua dibagian tengah, putih dan kuning muda ditengah tau putih dengan merah ditengah.

Komposisi Kandungan Kimia

Tapak dara mengandung vinblastin yang dapat digunakan untuk obat moderen dan tradisional untuk penyembuhan penyakit tumor, menurunkan tekanan darah dan juga dapat mengobati gula darah. Akar, batang, daun dan biji tanaman ini mengandung lebih dari 70 macam alkaloid, termasuk 28 bi-indole alkaloid. Komponen ini obat anti kanker, menurunkan kadar gula darah, menurunkan hipertensi dan kencing manis.

Kegunaan

a. Mengobati luka bakar (pemakaian luar)
Ambil daun segar tapak dara ditambah beras, kemudian ditumbuk halus sampai seperti bubur. Hasilnya dapat ditempelkan pada bagian yang sakit.
b. Mengobati diabetes
Ambil segenggam daun tapak dara kemudian direbus dalam 3 gelas air, didihkan dan biarkan sampai airnya tinggal 2 gelas. Hasil rebusan tersebut dapat diminum 3 kali sehari.

Sumber : http://carlasabandar.wordpress.com/2010/05/13/apotik-hidup-indonesia/

0 komentar:

Poskan Komentar