Selasa, 06 Desember 2011

Tapak dara: Gampang ditanam dan Berkhasiat

0 komentar
Tanaman ini tumbuh di sembarang tempat. Padahal, jika kita mau merawatnya, selain indah juga banyak khasiatnya, lho. Sehari-harinya, tanaman tapak dara tak terlalu diperhatikan. Ia bisa tumbuh di tepian parit, tumbuh menggeliat tanpa aturan, atau ada pula yang tumbuh dipinggir jalan raya dengan kondisi apa adanya.

Pokoknya, tumbuh liar, tanpa pemilik. Sungguh, kasihan si tapak dara itu.

Suatu saat, saya berkunjung ke rumah sahabat saya. Begitu masuk ke halaman rumahnya, saya kaget. Betapa indah penampilan tapak dara. Ditata rapi dalam pot, lalu diletakkan pada tempat yang pas: ada yang berjajar, ada pula yang berselang-seling dengan tanaman hias lain.

Saya semakin sadar, ketika saya perhatikan satu demi satu sekujur tubuh tapak dara. Bunganya muncul dari ketiak daun. Warna bunga ada yang putih, ada pula yang merah muda. Kelopak bunga kecil, berbentuk paku. Mahkota bunga berbentuk terompet, dan ujungnya melebar. Tepi bunga datar, terdiri dari taju bunga berbentuk bulat telur, dan ujungnya runcing menutup ke kiri. Tapak dara memiliki rumah biji yang berbentuk silindris menggantung pada batang. Buahnya berbentuk silindris, ujung lancip, berbulu, panjang sekitar 1,5 – 2,5 cm, dan memiliki banyak biji.

Kemudian batangnya berbentuk bulat dengan diameter berukuran kecil, berkayu, beruas, bercabang, dan berambut sangat lebat. Tinggi tanaman bisa mencapai 0,2 – 1 meter, dan mengandung getah. Daunnya berbentuk bulat telur, berwarna hijau, dan diklasifikasikan berdaun tunggal. Panjang daun sekitar 2 – 6 cm, lebar 1 – 3 cm, dan tangkai daunnya sangat pendek.

Tampil Indah
Tanaman tapak dara (Catharanthus roseus) termasuk familia Apocynaceae. Di Malaysia orang menyebutnya keminting cina atau rumput jala. Di Inggris diberi nama perwinkle. Di Cina diberi nama chang chun hua. Di Belanda dinamakan soldaten bloem. Sedangkan di Indonesia memiliki beberapa nama daerah. Orang Jawa menyebutnya kembang tapakdoro, orang Sunda kembang tembaga, orang Sulawesi memanggilnya sindapor. Sementara di Sumatera, ia di kenal dengan nama kemunting cina atau tapak liman.

Tapak dara berasal dari benua Amerika, tetapi sekarang sudah menyebar ke segala penjuru. Bisa tumbuh baik mulai daratan rendah sampai ketinggian 800 m di atas permukaan laut. Pada dasarnya, ia menyukai tempat-tempat yang terbuka, tapi tak menutup kemungkinan bisa tumbuh di tempat yang agak terlindung pula.

Bagi penggemar tanaman hias, tapak dara sering dihadirkan pada sebuah taman. Bukan saja sekedar melengkapi koleksi tanaman hias di sana, namun juga sengaja ditampilkan untuk menambah estetika taman itu. Selain itu, ada juga yang menanamnya di tanah perkarangan, atau di pot.

DITANAM DI MANA SAJA

Tapak dara biasanya diperbanyak dengan bijinya yang lembut. Caranya, sediakan biji-biji yang tua, lalu semaikan pada suatu tempat persemaian. Masukkan biji ke dalam tanah, lalu tutup dengan lapisan tanah setipis tebal bijinya. Rajinlah menyiram. Bila biji-biji mulai tumbuh, dan tingginya sudah mencapai sekitar 15 – 20 cm, silahkan dipindahkan ke tempat yang diinginkan.

Jika ingin ditanam dalam pot, tentu perlu disiapkan pot dan media tanamnya. Pot bisa dari tanah liat, semen, atau kaleng bekas. Media tanamnya berupa campuran tanah subur, kompos, dan pupuk kandang (2 : 1 : 1). Bibit langsung ditanam, dan setelah itu diletakkan di tempat teduh. Seminggu kemudian, ditempatkan di tempat terbuka.
Jika ingin ditanam di kebun pekarangan, perlu dibuat lubang tanah berukuran 15 x 151 x 15 cm, dengan jarak di antara lubang 50 cm. Tiap lubang diberi pupuk kandang atau kompos sebanyak 1,5 kg. Masukkan bibit ke dalam lubang, lalu timbun dengan tanah, dan siram.

Untuk perawatannya, tapak dara tidak menuntut perawatan khusus. Asal disiram dan diberi pupuk, sudah cukup. Pada awal pertumbuhan, gunakan pupuk yang kandungan nitrogennya tinggi, atau pupuk daun yang disemprotkan pada permukaan bawah daun di pagi hari. Kemudian, ketika tanaman mulai berbunga, untuk merangsang pembungaan, dapat digunakan pupuk yang memiliki kandungan fosfor tinggi. Nah, jika rajin merawat, tentulah dijamin tapak dara akan berbunga sepanjang tahun.

MENUMPAS KANKER PAYUDARA

Selain indah tampilannya, tapak dara juga menyimpan rahasia pengobatan alternatif. Hasil penelitian para pakar Kanada – Ely Lilly, Svoboda, dan Noble – serta laporan H. Sutarno dan Radjiman menunjukkan bahwa ada empat zat dalam tapak dara yang bisa dimanfaatkan:
Vinblasine, ternyata bisa dimanfaatkan dalam pengobatan penyakit leukemia.
Vincristine, disamping dipakai dalam pengobatan leukemia, juga kanker payudara, dan tumor ganas lainnya.
Vindesine, dipakai dalam pengobatan leukemia pada anak-anak, dan penderita tumor pigmen.
Vinorelbine, seringkali digunakan sebagai bahan pengobatan untuk mencegah pembelahan kelenjar.

Adapun resepnya sebagai berikut:
- Sediakan 22 helai daun tapak dara, kulit kayu pulasari (Alyxia reinwardti), dan buah adas (Foeniculum vulgare).
- Cuci bersih, lalu rebus dalam air bersih sebanyak 3 gelas.
- Tambahkan gula merah secukupnya, dan biarkan mendidih, hingga nantinya tinggal separuhnya.
- Setelah dingin, saring, lalu diminum. Lakukan sehari 3 kali, setiap kali minum sebanyak setengah gelas. Minum ah selama sebulan.

BANYAK KHASIATNYA
Selain kanker payudara, beberapa khasiat tapak dara untuk pengobatan antara lain:

- Anemia
Ambil empat putik bunga tapak dara, cuci, lalu rendam dalam segelas air. Sebaiknya perendaman dilakukan di luar rumah selama semalam. Lalu esoknya, saring, dan minum.

- Asma dan Bronkhitis
Gunakan sepotong bonggol akar tapak dara, lantas rebus dalam lima gelas air. Biarkan mendidih hingga tinggal setengahnya. Setelah dingin, saring, dan minum dua kali sehari.

- Batu ginjal
Ambil segenggam daun tapak dara, cuci bersih, lalu rebus dalam tiga gelas air sampai airnya tinggal setengah. Minumlah dua kali sehari.

- Bisul
Cuci segenggam daun tapak dara, lalu lumatkan. Sebelum ditempelkan pada bisul, sebaiknya permukaan bisul dibersihkan lebih dahulu.

- Diabetes
Kumpulkan 10 – 16 lembar daun tapak dara, lantas rebus dalam tiga gelas air. Biarkan mendidih, hingga sisanya segelas. Setelah dingin, saring dan minum.

- Hipertensi
Siapkan sekitar 15 – 20 gram daun tapak dara kering dan 10 gram bunga krisan. Rebus keduanya dalam 2 setengah gelas air sampai mendidih. Setelah dingin, saring, lalu minum. Biasanya diminum menjelang tidur.

- Leukemia
Siapkan 20 – 25 gram daun tapak dara kering, dan juga buah adas. Rebus dalam seliter air, dan biarkan mendidih hingga sisanya tinggal separuh. Setelah dingin, saring. Minum dua kali sehari.

- Tangan gemetar
Ambil lima lembar daun tapak dara, lalu seduh dengan segelas air panas. Setelah dingin, saring dan minum dua kali sehari.

Sumber : http://www.kebonkembang.com/profil-tanaman-rubrik-33/21-tapak-dara-gampang-ditanam-dan-berkhasiat.html

0 komentar:

Poskan Komentar