Minggu, 23 Desember 2012

Pola Tidur Pengaruhi Kesehatan

0 komentar
Tidur masih menjadi sarana paling efektif untuk memulihkan kebugaran tubuh. Rasa letih setelah beraktivitas secara alami akan hilang dengan beristirahat di penghujung hari. Tahukah, tidur sebenarnya lebih dari sekedar pereda lelah; tidur ternyata sangat berpengaruh terhadap kesehatan seseorang.

Tidur selama enam hingga delapan jam setiap hari, baik pada laki-laki maupun perempuan, memang masih disarankan oleh para ahli kesehatan.

Namun, berbeda pada kaum adam, kasus kurang tidur menyebabkan perempuan lebih rentan terhadap kenaikan berat badan. Adalah para peneliti di Finlandia yang mengungkap bahwa masalah tidur, seperti sulit tidur dan terjaga di malam hari, membuat berat badan wanita cenderung naik lima kilogram.

Kebiasaan tidur yang buruk juga membuat kerusakan pada regulasi metabolisme tubuh, menurut penelitian baru dari Belanda. Para peneliti menemukan bahwa dengan hanya selama empat jam dalam sehari, kadar insulin pada tubuh turun hingga 25 persen. Resistensi insulin dapat menyebabkan diabetes tipe 2 (ketidakmampuan untuk menggunakan insulin untuk mengontrol glukosa dari makanan).

Tidur terlalu sedikit - atau terlalu banyak - juga akan menimbulkan timbunan lemak pada perut pada mereka yang berusia di bawah 40 tahun. Waktu tidur yang kurang dari lima jam atau lebih dari delapan jam dapat menyebabkan akumulasi lemak perut yang lebih besar atau "visceral" lemak. Temuan, oleh para peneliti di North Carolina ini, mengesampingkan faktor penyebab timbunan lemak lainnya, seperti asupan kalori, kebiasaan olahraga dan merokok.

0 komentar:

Poskan Komentar